BAB I
PENDAHULUAN
A.
Analisis Situasi
Kemajuan
teknologi yang begitu pesat membawa perubahan dalam segala aspek kehidupan,
seperti aspek sosial, budaya pendidikan, pekerjaan dan politik, sehingga
menuntut kemampuan individu untuk menyikapinya. Individu yang mampu
menyesuaikan diri akan tetap dapat bertahan dan yang tidak mampu menyesuaikan
diri akan mengalami persoalan di tengah masyarakat.
Untuk mengantisipasi kondisi ini merujuk
kepada Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional :
“Untuk membangun potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara
yang demokratis dan bertanggung jawab”.
Sasaran manusia yang ideal seperti yang
digambarkan di atas sebagian besar diarahkan pada generasi muda pemilik masa
depan itu sendiri, termasuk mereka yang pada saat ini berstatus remaja yang
sedang bergulat menemukan jati dirinya sambil menekuni bidang studi tertentu di
Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sekaitan
dengan hal itu diharapkan kerja keras dari siswa agar dapat memilih pendidikan
lanjutan yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan, sehingga jika kelak
mereka diterima di Perguruan Tinggi tersebut dapat memperoleh prestasi belajar
yang memadai.
Sebagaimana
kita ketahui pilihan jurusan yang tepat merupakan titik tolak untuk dapat
memperoleh kepuasan dalam belajar, karena dengan pilihan tersebut dapat
memperlihatkan bahwa siswa telah memiliki kematangan karier, karena dalam
menentukan sesuatu senantiasa terlebih dahulu mengidentifikasi, merencakan, memilih
dan melaksanakan tujuan-tujuan karier yang tersedia bagi dirinya.
Dilihat
dari sudut pandang perkembangan, pemilihan jurusan yang tepat baik di SMA
maupun Perguruan Tinggi mencerminkan kematangan karier yang merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari perkembangan karena ia menunjuk pada penguasaan
tugas-tugas perkembangan karier pada tiap tahapan rentang kehidupan (Super dan
Jordan dalam Syarf, 1992: 156).
Ini
berarti bahwa mereka harus mempersiapkan diri untuk bersaing merebut kursi
untuk dapat diterima di Perguruan Tinggi, terutama dalam memilih jurusan yang
tepat sehingga mulai sekarang mereka harus sudah memperoleh informasi yang
jelas tentang berbagai Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia dan khususnya
yang ada di Sulawesi Tenggara beserta jurusan yang tersedia.
Berbagai
permasalahan yang dihadapi oleh siswa sebagai remaja di sekolah-sekolah dewasa
ini, termasuk SMA-SMA Negeri di Sulawesi Tenggara, seperti masalah belajar yang
ditandai dengan adanya prestasi belajar yang rendah dari standar yang
diharapkan, kesulitan dalam memilih program studi yang tepat, kesulitan dalam
menyalurkan bakat, minat dan kemampuannya merupakan hal yang sangat penting
untuk diinformasikan dalam layanan ini.
Di
sisi lain kadang-kadang siswa menghadapi masalah-masalah yang berkaitan dengan
pemilihan pekerjaan dan karier masa depan, masalah sosial ekonomi, masalah
penyesuaian dengan tugas-tugas sekolah, masalah pribadi dan kejiwaan lainnya.
Apabila kita amati lebih lanjut perilaku sehari-hari siswa sebagai remaja yang
sedang berada di sekolah, kadang-kadang ada yang berprestasi baik, sedang dan
kurang, rajin dan tekun, menyendiri, membolos, mengganggu teman, berkelahi,
suka minuman keras, narkoba dan sebagainya.
Di
samping itu sering ditemukan siswa maupun orang tua siswa bingung memilih SMA
atau SMK mana yang tepat untuk dimasuki setelah menamatkan pendidikan di SMP
dan bagi tamatan SMA merasa bingung untuk menentukan kelangsungan pendidikan
dan pekerjaan yang berkaitan dengan karier masa depannya. Kebingungan dalam
menentukan pendidikan biasanya berkaitan dengan pemilihan jurusan yang tepat
pada Perguruan Tinggi yang diminati. Hal ini sesuai dengan pendapat Prof. Dr.
Halide sebagai penanggung jawab harian sekolah unggulan di Makassar, bahwa yang
menjadi pertanyaan orang tua dan calon siswa setiap tahun, yaitu harus kemana
setelah tamat SMP atau SMA? (Kompas, 3 Mei 2002).
Sekaitan
dengan itu menunjukan betapa pentingnya informasi Perguruan Tinggi dan
jurusan-jurusan yang tersedia agar mereka dapat menetapkan pilihan yang
betul-betul sangat sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.
Sehubungan
dengan hal tersebut maka pelaksanaan
layanan bimbingan karier (BK) di SMA sangat diperlukan dengan tujuan agar siswa
dapat: memahami dirinya, kemampuan mengambil keputusan dan membuat rencana
untuk merealisasikan keputusannya, persiapan yang membantu dia memasuki dunia
kerja, dan kemampuan memecahkan masalah khusus yang berkaitan dengan kariernya
dan penghargaan yang sehat terhadap dunia kerja (Sutoyo, 1996: 56).
Sedangkan
tujuan yang lebih khusus dari bimbingan karier di sekolah adalah agar siswa
dapat memilih jurusan atau pekerjaan yang sesuai dengan minat, bakat dan
kemampuan yang dimilikinya. Berdasakan fenomena-fenomena dalam analisis situasi
maka dirasa perlu untuk memberikan Layanan Informasi tentang Perguruan Tinggi dan
Cara Belajar Yang Efisien, agar siswa mulai sekarang sudah dapat menentukan Perguruan
Tinggi dan jurusan yang tepat dengan kemampuannya dan sekaligus sudah dapat
menyiapkan cara belajar yang sebaik-baiknya untuk dapat menghadapi ujian SNMPTN
yang akan datang.
B.
Rumusan Masalah
Sesuai
dengan analisis situasi yang dilakukan di atas, maka dapat dikemukakan rumusan
masalah sebagai berikut:
1. Kurang berfungsinya pelayanan bimbingan karier di
SMA Negeri 1 Konda, selain karena tidak adanya paket Bimbingan Karier, juga
karena kurang informasi dari petugas BK di sekolah.
2. Belum adanya panduan yang jelas tentang berbagai
persyaratan yang diperlukan untuk dapat memasuki perguruan tinggi baik Negeri
maupun Swasta.
3. Masih kurang kemampuan siswa dalam mengelola cara
belajar yang efisien guna menghadapi
berbagai tantangan jika kelak akan melanjutkan studi keperguruan tinggi.
C.
Tujuan dan Manfaat
1.
Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa SMA Negeri 1 Konda agar
dapat:
a. Mengetahui cara yang tepat dalam memilih perguruan
tinggi dan jurusan yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan dirinya.
b. Menetapkan pilihan karier yang betul-betul sesuai
dengan kemampuannya, ssuai dengan harapan keluarga dan masyarakat.
c. Mengetahui cara-cara belajar yang tepat sesuai
dengan strategi yang dicanangkan untuk mencapai prestasi belajar memadai.
2.
Manfaat
Manfaat yan diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah:
a. Para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih
baik dalam menetapkan perguruan tinggi dan jurusan yang betul-betul sesuai
dengan bakat, minat dan kemampuannya.
b. Dapat memperoleh pemahaman tentang pentingnya
pilihan karier yang tepat untuk persiapan masa yang akan datang.
c. Para siswa memperoleh pemahaman yang jelas tentang
cara-cara belajar yang efisien sehingga dengan strategi yang mantap dalam
belajar dapat memberikan hasil yang cukup baik.
BAB II
KAJIAN
PUSTAKA
A. Layanan
Informasi Perguruan Tinggi
Berbagai masalah yang banyak di hadapi
oleh siswa dewasa ini selain masalah sosial dan pribadi adalah masalah kurang
informasi yang dapat cepat diakses, walaupun perkembangan teknologi melalui
internet telah berkembang dengan pesat. Namun demikian urunan tangan konselor
sekolah sangat penting dalam rangka memberikan berbagai layanan informasi, agar
siswa dapat lebih memahami dirinya, potensi-potensinya.
Sekaitan dengan itu di sekolah telah
ditetapkan kurikulum BK yang berisi kegiatan yang berupa layanan sebagai
berikut:
1) Layanan Orientasi, 2) Layanan Informasi,
3) Layanan Penempatan, 4) Layanan Pembelajaran, 5) Layanan Konseling
Perorangan, 6) Layanan Konseling Kelompok, 7) Layanan Bimbingan Kelompok
(Prayitno dkk, 2003: 8)
Berdasarkan kegiatan Layanan BK
tersebut di atas, maka yang menjadi titik penekanan dalam kegiatan ini yaitu
layanan informasi Perguruan Tinggi dan
cara belajar efisien.
Perayaratan
Umum dalam Peneriamaan Mahasiswa Baru
- Warga Negara Republik Indonesia atau Warga Negar Indonesia Keturunan
- WNA, dengan izin Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas RI.
- Berijazah SMTA atau sederajat
Nama
Perguruan Tinggi Negeri di NKRI
I.
Wilayah
Sumatera
1. Universitas Syiah Kuala Darussalam (Unsyiah) di
Banda Aceh
2. Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan
3. Universitas Negeri Medan di Medan
4. Universitas Andalas (UNAND) di Padang Sumatera
Barat
5. Universitas Negeri Padang
6. Universitas Sriwijaya (UNSRI) di Palembang
Sumatera Selatan
7. Universitas Bengkulu di Bengkulu
8. Universitas Lampung (UNILA) di Lampung
9. Universitas Riau (UNRI) di Riau
10. Universitas Jambi di Jambi
II.
Wilayah DKI
Jakarta dan Jawa Barat
1. Universitas Indonesia (UI) di Depok
2. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Rawamangun
Jakarta
3. Universitas Padjajaran Bandung di Sumedang Bandung
4. Universitas Teknologi Bandung (ITB) di Bandung
5. Universitas Pertanian Bogor (IPB) di Bogor
6. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di
Gegerkalong Bandung
III.
Wilayah
Jogjakarta da Jawa Tengah
1. Universitas Gajah Mada (UGM) di Jogjakarta
2. Universitas Negeri Jogjakarta
3. Universitas Diponegoro (UNDIP) di Semarang
4. Universitas Negeri Semarang di Semarang
5. Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta
6. Universitas Jendral Sudirman (UNSOED) di
Purwokerto
IV.
Wilayah Jawa
Timur dan Nusa Tenggara
1. Universitas Airlangga (UNAIR) di Surabaya
2. Universitas Negeri Surabaya di Surabaya
3. Institut Teknologi Surabaya (ITS) di Surabaya
4. Universitas Brawijaya (UNIBRAW) di Malang
5. Universitas Negeri Malang di Malang
6. Universitas Jember di Jember
7. Universitas Udayana di Denpasar Bali
8. Universitas Mataram di Mataram Lombok
9. Universitas Nusa Cendana di Kupang NTT
V.
Wilayah
Kalimantan
1. Universitas Tanjung Pura di Pontianak Kalbar
2. Universitas Palangkaraya di Palangkaraya Kalteng
3. Universitas Lambung Mangkurat di Samarinda Kalsel
4. Universitas Mulawarman di Samarinda Kaltim
VI.
Wilayah Sulawesi,
Maluku dan Papua
1. Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) di Menado
2. Universitas Negeri Menado di Menado
3. Universitas Gorontalo di Gorontalo
4. Universitas Tadulako (UNTAD) di Palu
5. Universitas Hasanuddin (UNHAS) di Makassar
6. Universitas Negeri Makassar (UNM) di Makassar
7. Universitas Patimura di Ambon
8. Universitas Cendrawasih di Jayapura
9. Universitas Terbuka (UT) berpusat di Jakarta
(Agus Sutikno, 1998, Pedoman SPMB,
2004-2005)
B. Cara
Belajar Efisien
1. Pengertian
Cara Belajar Efisien
Sebagaimana
kita ketahui cara belajar yang efisien adalah cara belajar yang menggunakan
strategi yang baik untuk memperoleh prestasi belajar yang memadai, dalam arti
bahwa dengan menggunakan waktu belajar yang minimal dapat menghasilkan prestasi
belajar yang baik.
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (1999)
Belajar berasal dari
kata ajar yang berarti berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, sedangkan
efisien adalah tepat atau sesuai dalam mengerjakan sesuatu tanpa membuang
waktu.
Jadi
dapat disimpulkan bahwa cara belajar efisien adalah cara beajar dengan
menggunakan teknik belajar yang tepat dengan menggunakan waktu yang seminimal
mungkin, tetapi dapat menghasilkan prestasi belajar yang baik. Namun demikan
dapat dikatakan bahwa cara belajar sangat tergantung dari pribadi setiap
individu.
2. Beberapa
Pedoman Umum dalam Belajar
Menurut Syaiful
Bahri Djamarah (2000) ada beberapa pedoman dalam mempelajari sesuatu sebagai
berikut :
1)
Belajar
dengan teratur
2)
Disiplin
dalam bersemangat
3)
Konsentrasi
4)
Pengaturan waktu
5)
Istrahat dan tidur
3. Kiat
Menghindari Kesulitan Belajar
1)
Tentukan
tujuan belajar
2)
Kenali sistem
ingatan
3)
Kenali rentang
konsentrasi
4)
Kenali tipe
belajar sendiri
5)
Kenali sifat
buku bacaan
6)
Jauhi sifat malas
7)
Penuhi keinginan
sesaat
8)
Catat keinginan
mendatang
9)
Catat tugas
yang belum selesai
10)
Belum siap
jangan belajar
11)
Jaga kondisi
tubuh
12)
Istirahat
jika lelah
13)
Kosongkan pikiran
14)
Kuasai bahasa
dalam buku yang dibaca
4. Kiat
Belajar Mandiri
1) Memiliki tempat belajar dan kelengkapannya
2) Mengatur waktu belajar
3) Mengulangi bahan pelajaran
4) Menghafal bahan pelajaran
5) Membaca buku
a.
Ciri Pembaca yang Baik
·
tujuan
membacanya jelas
·
kecepatan
membacanya yang diterapkan bervariasi
·
kritis
·
bacaan yang
dibaca bervariasi
·
tahu cara
membaca yang benar
b.
Membaca Sesuai dengan Tujuan
Memahami dengan jelas
dan menyeluruh isi buku:
·
Daftar isi,
kata pengantar, dan abstraksi
·
Pendahuluan
·
Bab-bab isi
·
Kesimpulan
·
Daftar
pustaka
c.
Beberapa Metode Membaca
·
Belajar
dengan Metode Sure adalah:
-
Survey: membaca judul, pendahuluan, daftar isi, bab dan sub bab serta membaca
secara keseluruhan isi buku
-
Underscore : usahalah menegaskan makna yang anda akan baca
-
Read : usahalah membaca dengan cara bertujuan
-
Empazise : pada saat anda menemukan ide-ide utama, tulislah catatan isyarat pendek
dbawah pertanyaan untuk selanjutnya digunakan dan diingat.(Ambo Enre Abdullah,
1990).
·
Belajar
dengan metode SPO (Survey, Preview, dan Overview)
·
Metode Question (pertanyaan)
·
Read (membaca)
·
Recite, State dan recall (mengucapkan kembali)
·
Review, repeat dan Test (mengulangi dan
menguji)
(Syaiful
Bahri Djamarah, 2000).
Dengan
pemberiaan cara belajar yang efisien ini diharapkan siswa lebih memahami secara
baik apa yang tersirat dalam keseluruhan proses belajar mengajar di sekolahnya.
BAB III
MATERI DAN METODE KEGIATAN
A. Kerangka
Pemecahan Masalah
Sehubungan dengan
pelaksanaan kegiatan ini diharapkan kepada konselor sekolah dapat memberikan
informasi tentang bermacam-macam Perguruan Tinggi yang tersebar di seluruh
NKRI, perserta jurusan yang siap dipilih oleh siswa jika kelak mereka ingin
melanjutkan studinya ke pendidikan yang lebih tinggi.
Sekaitan dengan itu
untuk memecahkan permasalahan kegiatan ini akan memberikan masukan sebagai
berikut:
1. Menjelaskan persyaratan umum masuk ke perguruan
tinggi negeri maupun suasta
2. Menjelaskan nama-nama perguruan tinggi negeri yang
tersebar di NKRI
3. Menjelaskan beberapa perguruan tinggi negeri yang
terkenal di NKRI
4. Menjelaskan jurusan-jurusan yang tersedia sesuai
dengan fakultas-fakultasnya
5. Pedoman umum dalam belajar yang efisien
6. Kiat menghindari kesulitan dalam belajar
7. Kiat dalam belajar mandiri
8. kiat dalam belajar di sekolah
B. Realisasi
Pemecahan Masalah
Kegiatan pelatihan
di lakukan dalam tiga tahap, mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan
monitoring/evaluasi.
Tahap pertama, persiapan. Kegiatan pada tahap persiapan ini mencakup konsultasi dengan
Kepala SMA Negeri 1Konda dan Guru Pembimbing atau konselor sekolah untuk
memperoleh kesamaan persepsi tentang perlunya Infomasi Perguran Tinggi dan cara
belajar efisien bagi siswa-siswa yang kelak ingin melanjutkan studinya ke
Perguruan Tinggi dan kiat-kiat belajar yang diperlukan untuk dapat berhasil
dalam menempuh SPMB.
Tahap kedua, pelaksanaan. Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan mencakup penyajian
materi dalam bentuk ceramah, diskusi dan tanya jawab. Dalam pelaksanaannya,
siswa banyak mempertanyakan Perguruan Tinggi mana yang terkenal di NKRI dan
yang terkenal di Indonesia Timur yang paling layak dipilih, jika kelak mereka
berhasil lulus di SMA ini, jurusan yang tepat dan kiat-kiat belajar yang perlu
disiapkan.
Tahap ketiga, balikan. Pada tahap ini dilakukan balikan secara lisan dan tertulis dari peserta. Hal ini dimaksudkan untuk
memperoleh gambaran dari peserta tentang proses dan pelaksanaan layanan yang
diberikan kegiatan ini, termasuk tindak lanjut kegiatan dan langkah-langkah
perbaikan untuk pelaksanaan layanan selanjutnya, baik dalam bidang yang sama
maupun untuk kegiatan layanan, seperti informasi tentang bahaya penggunaan
narkoba bagi siswa.
C. Khalayak
Sasaran
Khalayak sasaran
yang strategis yang dilibatkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini
adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Konda sebanyak 53 orang.
D. Keterkaitan
Kegiatan ini tidak
bisa terlepas dari progran kerja konselor di sekolah secara keseluruhan karena
kegiatan konselor sekolah lebih menitikberatkan pada pemberian layanan kepada
siswa, baik layanan orientasi, layanan informasi, layanan penempatan dan
penyaluran, layanan bimbingan belajar, layanan bimbingan sosial, layanan
bimbingan kepribadian, layanan bimbingan karier, layanan konseling perorangan,
layanan bimbingan kelompok, layanan konseling kelompok, serta layanan pendukung
lain yang sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan kualitas belajar siswa.
E. Metode
Pelatihan
Metode layanan
informasi Perguruan Tinggi dan cara belajar yang efisien yang digunakan untuk
mencapai tujuan adalah metode ceramah, dan tanya jawab, dan kemudian
dilanjutkan dengan pengisian angket pemilihan jurusan dan fakultas yang sesuai
dengan bakat, minat, dan kemampuan yang mereka miliki dan cara belajar yang
mereka biasa lakukan selama ini.
F. Rancangan
Evaluasi
Layanan informasi
Perguruan Tinggi dan cara belajar efisien diakhiri dengan diskusi dan evaluasi
terhadap proses dan hasil pelaksanaan layanan, baik dalam bentuk lisan maupun
secara tertulis. Rancangan evaluasi ini mencakup jurusan dan fakultas yang
mereka minati jika kelak ingin melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi, serta
strategi belajar yang mereka biasa lakukan selama ini. Berdasarkan penilaian
dari angket tersebut dapat diketahui minat pilihan jurusan dan fakultas yang
mereka cita-citakan, di samping itu dapat diketahui pula cara belajar yang
mereka lakukan selama mengikuti pendidikan di SMA Negeri 1 Konda.
BAB IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil Kegiatan
Hasil kegiatan
layanan informasi Perguruan Tinggi dan bimbingan belajar efisien yang dilakukan
terhadap siswa tersebut dapat dikategorikan Cukup Sesuai, karena hasil
pengamatan terhadap siswa SMA Negeri 1 Konda yang mengikuti kegiatan ini
dinyatakan cukup antusias dan memuaskan. Hal ini didasarkan pada hasil
pengamatan penulis, diskusi dengan konselor sekolah, dan balikan dari peserta.
Secara deskriptif, hasil analisis data dapat dilihat dalam Tabel 1.
Tabel 1. Balikan Peserta Layanan
Informasi PT dan Cara Belajar Efisien.
No.
|
PERTANYAAN
|
INDIKATOR
JAWABAN
|
||||
SS
|
S
|
CS
|
KS
|
SKS
|
||
1.
|
Kesesuaian materi dengan tujuan layanan
|
10
|
43
|
-
|
-
|
-
|
2.
|
Kesesuaian waktu yang digunakan dengan materi layanan
|
15
|
38
|
-
|
-
|
-
|
3.
|
Pemahamam peserta terhadap materi layanan
|
8
|
46
|
-
|
-
|
-
|
4.
|
Kesesuaian materi dengan minat dan harapan peserta
|
43
|
10
|
-
|
-
|
-
|
5.
|
Penilaian peserta terhadap manfaat layanan
|
4
|
49
|
-
|
-
|
-
|
6.
|
Penilaian peserta terhadap penyajian materi layanan
|
5
|
48
|
-
|
-
|
-
|
7.
|
Penilaian peserta terhadap media yang digunakan dalam layanan
|
2
|
51
|
-
|
-
|
-
|
KETERANGAN
SS =
Sangat Sesuai S = Sesuai
CS = Cukup Sesuai KS =
Kurang Sesuai
SKS = Sangat Kurang Sesuai
Jumlah Responden = 53
orang siswa
Berdasarkan hasil
analisis data sebagai mana tertera dalam Tabel 1 di atas, dapat dikemukakan
sebagai berikut:
1. Kesesuaian materi dengan tujuan pelatihan, di
antara 53 siswa peserta layanan, 10 orang (18,8%) di antaranya menyatakan
materi pelatihan sesuai dengan tujuan pelatihan, dan 43 orang (81,2%)
menyatakan materi pelatihan sesuai dengan tujuan pelatihan.
2. Kesesuaian waktu yang digunakan dengan materi
pelatihan. Mengenai kesesuaian waktu atau lamanya pelatihan, sebanyak 15 orang
(28,3%) peserta menyatakan sangat sesuai, sedangkan 38 orang siswa (71,7%)
menyatakan sesuai.
3. Pemahaman peserta terhadap materi layanan.
Sebanyak 8 orang (15,1%) peserta menyatakan sangat sesuai dalam memahami materi
layanan, 43 orang (84,9%) menyatakan sesuai dalam memahami materi layanan.
4. Kesesuaian materi dengan minat dan harapan peserta
layanan. Sebanyak 43 orang (81,1%) peserta menyatakan sangat sesuai dengan
minat dan harapannya dan bersedia menjalankannya dengan sebaik-baiknya, sisanya
sebanyak 10 orang (18,1%) menyatakan sesuai dengan minatnya.
5. Penilaian peerta terhadap manfaat pelatihan.
Sebanyak 4 orang (7,5%) peserta layanan menyatakan kegiatan pelatihan sangan
sesuai dan bermanfaat dalam upaya meningkatkan kesesuaian antara minat, bakat
dan kemampuan, dan dapat meningkatkan cara belajar ke arah yang lebih efektif
dan efisien. Sedangkan sebanyak 49 orang (92,5%) menyatakan sesuai dan
bermanfaat dalam menyesuaikan pemilihan jurusan dan dapat meningkatkan teknik
belajar baik di sekolah maupun di rumah.
6. Penilaian peserta terhadap cara penyajian materi
pelatihan. Sebanyak 5 orang (9,4%) peserta layanan menyatakan cara penyajian
materi layanan sangat sesuai dengan tujuan dan materi layanan dalam upaya
menyesuaikan bakat, minat dan kemampuan siswa dengan jurusan dan PT yang
dipilih serta dapat meningkatkan teknik belajar, sedangkan sebanyak 48 orang
(90,6%) menyatakan sesuai.
7. Penilaian peserta terhadap media yang digunakan.
Sebanyak 2 orang (3,7%) peserta layanan menyatakan media yang digunakan sangat
sesuai dengan kegiatan, sedangkan 51 orang (96,3%) peserta menyatakan bahwa
media yang digunakan sesuai.
B.
Pembahasan
Keberhasilan
pelaksanaan kegiatan layanan tidak lepas dari dukungan dan kerja sama berbagai
pihak, secara moril maupun materil. Dukungan moril dan materil tersebut menjadi
pendukung terlaksananya kegiatan pelatihan. Di samping faktor-faktor pendukung,
tentu saja terdapat faktor penghambat.
1.
Faktor Pendukung Kegiatan Pelatihan ini Mencakup:
a. Koordinasi dengan Kepala SMA Negeri 1 Konda
beserta jajarannya, dalam persiapan maupun pelaksanaan kegiatan berjalan
lancar. Pengurusan izin pelaksanaan kegiatan tidak ada hambatan karena adanya
dukungan dan kerja sama dengan pihak Kepala Sekolah.
b. Persetujuan Lembaga Pengabdian Masyarakat Unhalu
menjadi faktor penunjang terlaksananya kegiatan ini, termasuk kegiatan
persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil pengabdian masyarakat ini.
c. Motivasi dan peran serta siswa layanan sangat
baik, sehingga ditujukan oleh pengamatan penulis dan balikan dari peserta.
d. Layanan yang diberikan kepada siswa berjalan
lancar, jumlah peserta cukup memadai,walaupun mereka pada harus merelakan
beberapa mata pelajara tidak diikuti dalam rangka mendengarkan informasi yang
berkaitan dengan informasi Perguruan Tinggi dan cara belajar yang efisien.
e. Peserta sangat mengharapkan kiranya program
kegiatan layanan seperti ini dapat diberikan pada awal tahun ajaran, agar
siswa-siswa dapat menetapkan pilihan yang tepat sesuai dengan bakat, minat dan
kemampuan yang dimilikinya dan mulai sekarang sudah dapat belajar secara
teratur.
f. Kondisi tempat atau lokasi pelayanan sangat
mendukung pelaksanaan pelayanan ini. Ruangan kelas yang digunakan cukup
memadai.
2.
Faktor-Faktor Penghambat
Faktor penghambat
kegiatan ini tidak cukup berarti. Namun, dalam upaya meningkatkan kualitas
kegiatan pengabdian masyarakat faktor-faktor pnghambat berikut ini menjadi
catatan bagi penulis:
biaya layanan informasi sangat
terbatas, sehingga dana pengabdian masyarakat yang bersumber dari dana rutin
ini masih perlu ditingkatkan untuk mendapatkan pengabdian masyarakat yang lebih
bermutu.
BAB V
KESIMPULAN
DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
kegiatan layanan yang telah dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan
beberapa hal, di antaranya:
1. kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk
layanan informasi ini masih sangat diperlukan di SMA dalam rangka memperluas
wawasan siswa jika ingin memilih Peguruan Tinggi yang sesuai dengan bakat,
minat dan kemampuan mereka.
2. pemberian informasi tentang cara belajar yang
efisien cukup mendorong siswa untuk lebih yakin dalam memperoleh keberhasilan
di masa yang akan datang, karena tanpa perencanaan belajar yang teratur dan
terjadwal dengan baik kemungkinan tersebut akan sulit tercapai.
3. keberhasilan pengabdian kepada masyarakat dalam
bentuk layanan informasi ini, tidak terlepas dari dukungan kepala sekolah
berserta jajarannya dan partisipasi aktif siswa yang cukup memadai, karena
sesuai dengan harapannya.
B.
Saran
Untuk lebih
mendayagunakan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk layanan informasi
Perguruan Tinggi dan cara belajar yang efisien di sekolah-sekolah, baik SMA
maupun SMP diperlukan perencanaan yang baik, karena harus memperhitungkan
kegiatan dan proses belajar di sekolah, sehingga dapat dikemukakan saran-saran
sebagai berikut:
1. mengingat masih banyak kelas lain yang belum
sempat mendapatkan layanan informasi, maka diharapkan kepada konselor sekolah
untuk dapat menyampaikan informasi ini secara menyeluruh.
2. supaya kegiatan semacam ini tidak mengganggu
proses belajar mengajar, maka sebaiknya dapat disiapkan waktu-waktu tertentu
yang lebih santai dan mengurangi beban siswa yang berkaitan dengan mata
pelajaran di kelas.
3. diharapkan ada kerja sama yang melembaga antara
Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Unhalu dengan Diknas Provinsi maupun
Diknas Kabupaten, untuk memperlancar kegiatan semacam ini.
follow balik yah fajri....
BalasHapushttp://andinialwayssmileforever.blogspot.com/