Sabtu, 11 Februari 2012

Layanan Bimbingan Informasi dan Cara Belajar Efisien


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Analisis Situasi

Kemajuan teknologi yang begitu pesat membawa perubahan dalam segala aspek kehidupan, seperti aspek sosial, budaya pendidikan, pekerjaan dan politik, sehingga menuntut kemampuan individu untuk menyikapinya. Individu yang mampu menyesuaikan diri akan tetap dapat bertahan dan yang tidak mampu menyesuaikan diri akan mengalami persoalan di tengah masyarakat.
           Untuk mengantisipasi kondisi ini merujuk kepada Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional : 
  “Untuk membangun potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman   dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri  dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab”.

 Sasaran manusia yang ideal seperti yang digambarkan di atas sebagian besar diarahkan pada generasi muda pemilik masa depan itu sendiri, termasuk mereka yang pada saat ini berstatus remaja yang sedang bergulat menemukan jati dirinya sambil menekuni bidang studi tertentu di Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sekaitan dengan hal itu diharapkan kerja keras dari siswa agar dapat memilih pendidikan lanjutan yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan, sehingga jika kelak mereka diterima di Perguruan Tinggi tersebut dapat memperoleh prestasi belajar yang memadai.
Sebagaimana kita ketahui pilihan jurusan yang tepat merupakan titik tolak untuk dapat memperoleh kepuasan dalam belajar, karena dengan pilihan tersebut dapat memperlihatkan bahwa siswa telah memiliki kematangan karier, karena dalam menentukan sesuatu senantiasa terlebih dahulu mengidentifikasi, merencakan, memilih dan melaksanakan tujuan-tujuan karier yang tersedia bagi dirinya.
Dilihat dari sudut pandang perkembangan, pemilihan jurusan yang tepat baik di SMA maupun Perguruan Tinggi mencerminkan kematangan karier yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan karena ia menunjuk pada penguasaan tugas-tugas perkembangan karier pada tiap tahapan rentang kehidupan (Super dan Jordan dalam Syarf, 1992: 156).
Ini berarti bahwa mereka harus mempersiapkan diri untuk bersaing merebut kursi untuk dapat diterima di Perguruan Tinggi, terutama dalam memilih jurusan yang tepat sehingga mulai sekarang mereka harus sudah memperoleh informasi yang jelas tentang berbagai Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia dan khususnya yang ada di Sulawesi Tenggara beserta jurusan yang tersedia.
Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh siswa sebagai remaja di sekolah-sekolah dewasa ini, termasuk SMA-SMA Negeri di Sulawesi Tenggara, seperti masalah belajar yang ditandai dengan adanya prestasi belajar yang rendah dari standar yang diharapkan, kesulitan dalam memilih program studi yang tepat, kesulitan dalam menyalurkan bakat, minat dan kemampuannya merupakan hal yang sangat penting untuk diinformasikan dalam layanan ini.
Di sisi lain kadang-kadang siswa menghadapi masalah-masalah yang berkaitan dengan pemilihan pekerjaan dan karier masa depan, masalah sosial ekonomi, masalah penyesuaian dengan tugas-tugas sekolah, masalah pribadi dan kejiwaan lainnya. Apabila kita amati lebih lanjut perilaku sehari-hari siswa sebagai remaja yang sedang berada di sekolah, kadang-kadang ada yang berprestasi baik, sedang dan kurang, rajin dan tekun, menyendiri, membolos, mengganggu teman, berkelahi, suka minuman keras, narkoba dan sebagainya.
Di samping itu sering ditemukan siswa maupun orang tua siswa bingung memilih SMA atau SMK mana yang tepat untuk dimasuki setelah menamatkan pendidikan di SMP dan bagi tamatan SMA merasa bingung untuk menentukan kelangsungan pendidikan dan pekerjaan yang berkaitan dengan karier masa depannya. Kebingungan dalam menentukan pendidikan biasanya berkaitan dengan pemilihan jurusan yang tepat pada Perguruan Tinggi yang diminati. Hal ini sesuai dengan pendapat Prof. Dr. Halide sebagai penanggung jawab harian sekolah unggulan di Makassar, bahwa yang menjadi pertanyaan orang tua dan calon siswa setiap tahun, yaitu harus kemana setelah tamat SMP atau SMA? (Kompas, 3 Mei 2002).
Sekaitan dengan itu menunjukan betapa pentingnya informasi Perguruan Tinggi dan jurusan-jurusan yang tersedia agar mereka dapat menetapkan pilihan yang betul-betul sangat sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.
Sehubungan dengan  hal tersebut maka pelaksanaan layanan bimbingan karier (BK) di SMA sangat diperlukan dengan tujuan agar siswa dapat: memahami dirinya, kemampuan mengambil keputusan dan membuat rencana untuk merealisasikan keputusannya, persiapan yang membantu dia memasuki dunia kerja, dan kemampuan memecahkan masalah khusus yang berkaitan dengan kariernya dan penghargaan yang sehat terhadap dunia kerja (Sutoyo, 1996: 56).
Sedangkan tujuan yang lebih khusus dari bimbingan karier di sekolah adalah agar siswa dapat memilih jurusan atau pekerjaan yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan yang dimilikinya. Berdasakan fenomena-fenomena dalam analisis situasi maka dirasa perlu untuk memberikan Layanan Informasi tentang Perguruan Tinggi dan Cara Belajar Yang Efisien, agar siswa mulai sekarang sudah dapat menentukan Perguruan Tinggi dan jurusan yang tepat dengan kemampuannya dan sekaligus sudah dapat menyiapkan cara belajar yang sebaik-baiknya untuk dapat menghadapi ujian SNMPTN yang akan datang.
B.     Rumusan Masalah
Sesuai dengan analisis situasi yang dilakukan di atas, maka dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Kurang berfungsinya pelayanan bimbingan karier di SMA Negeri 1 Konda, selain karena tidak adanya paket Bimbingan Karier, juga karena kurang informasi dari petugas BK di sekolah.
2.      Belum adanya panduan yang jelas tentang berbagai persyaratan yang diperlukan untuk dapat memasuki perguruan tinggi baik Negeri maupun Swasta.
3.      Masih kurang kemampuan siswa dalam mengelola cara belajar yang efisien  guna menghadapi berbagai tantangan jika kelak akan melanjutkan studi keperguruan tinggi.
C.    Tujuan dan Manfaat
1.      Tujuan
   Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa SMA Negeri 1 Konda agar dapat:
a.       Mengetahui cara yang tepat dalam memilih perguruan tinggi dan jurusan yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan dirinya.
b.      Menetapkan pilihan karier yang betul-betul sesuai dengan kemampuannya, ssuai dengan harapan keluarga dan masyarakat.
c.       Mengetahui cara-cara belajar yang tepat sesuai dengan strategi yang dicanangkan untuk mencapai prestasi belajar memadai.
2.      Manfaat
  Manfaat yan diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah:
a.       Para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dalam menetapkan perguruan tinggi dan jurusan yang betul-betul sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.
b.      Dapat memperoleh pemahaman tentang pentingnya pilihan karier yang tepat untuk persiapan masa yang akan datang.
c.       Para siswa memperoleh pemahaman yang jelas tentang cara-cara belajar yang efisien sehingga dengan strategi yang mantap dalam belajar dapat memberikan hasil yang cukup baik.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Layanan Informasi Perguruan Tinggi
Berbagai masalah yang banyak di hadapi oleh siswa dewasa ini selain masalah sosial dan pribadi adalah masalah kurang informasi yang dapat cepat diakses, walaupun perkembangan teknologi melalui internet telah berkembang dengan pesat. Namun demikian urunan tangan konselor sekolah sangat penting dalam rangka memberikan berbagai layanan informasi, agar siswa dapat lebih memahami dirinya, potensi-potensinya.
Sekaitan dengan itu di sekolah telah ditetapkan kurikulum BK yang berisi kegiatan yang berupa layanan sebagai berikut:
1) Layanan Orientasi, 2) Layanan Informasi, 3) Layanan Penempatan, 4) Layanan Pembelajaran, 5) Layanan Konseling Perorangan, 6) Layanan Konseling Kelompok, 7) Layanan Bimbingan Kelompok (Prayitno dkk, 2003: 8)
Berdasarkan kegiatan Layanan BK tersebut di atas, maka yang menjadi titik penekanan dalam kegiatan ini yaitu layanan  informasi Perguruan Tinggi dan cara belajar efisien.
Perayaratan Umum dalam Peneriamaan Mahasiswa Baru
  1. Warga Negara Republik Indonesia atau Warga Negar Indonesia Keturunan
  2. WNA, dengan izin Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas RI.
  3. Berijazah SMTA atau sederajat

Nama Perguruan Tinggi Negeri di NKRI
       I.      Wilayah Sumatera
1.      Universitas Syiah Kuala Darussalam (Unsyiah) di Banda Aceh
2.      Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan
3.      Universitas Negeri Medan di Medan
4.      Universitas Andalas (UNAND) di Padang Sumatera Barat
5.      Universitas Negeri Padang
6.      Universitas Sriwijaya (UNSRI) di Palembang Sumatera Selatan
7.      Universitas Bengkulu di Bengkulu
8.      Universitas Lampung (UNILA) di Lampung
9.      Universitas Riau (UNRI) di Riau
10.  Universitas Jambi di Jambi
    II.      Wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat
1.      Universitas Indonesia (UI) di Depok
2.      Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Rawamangun Jakarta
3.      Universitas Padjajaran Bandung di Sumedang Bandung
4.      Universitas Teknologi Bandung (ITB) di Bandung
5.      Universitas Pertanian Bogor (IPB) di Bogor
6.      Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Gegerkalong Bandung
 III.      Wilayah Jogjakarta da Jawa Tengah
1.      Universitas Gajah Mada (UGM) di Jogjakarta
2.      Universitas Negeri Jogjakarta
3.      Universitas Diponegoro (UNDIP) di Semarang
4.      Universitas Negeri Semarang di Semarang
5.      Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta
6.      Universitas Jendral Sudirman (UNSOED) di Purwokerto
 IV.      Wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara
1.      Universitas Airlangga (UNAIR) di Surabaya
2.      Universitas Negeri Surabaya di Surabaya
3.      Institut Teknologi Surabaya (ITS) di Surabaya
4.      Universitas Brawijaya (UNIBRAW) di Malang
5.      Universitas Negeri Malang di Malang
6.      Universitas Jember di Jember
7.      Universitas Udayana di Denpasar Bali
8.      Universitas Mataram di Mataram Lombok
9.      Universitas Nusa Cendana di Kupang NTT
    V.      Wilayah Kalimantan
1.      Universitas Tanjung Pura di Pontianak Kalbar
2.      Universitas Palangkaraya di Palangkaraya Kalteng
3.      Universitas Lambung Mangkurat di Samarinda Kalsel
4.      Universitas Mulawarman di Samarinda Kaltim
 VI.      Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua
1.      Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) di Menado
2.      Universitas Negeri Menado di Menado
3.      Universitas Gorontalo di Gorontalo
4.      Universitas Tadulako (UNTAD) di Palu
5.      Universitas Hasanuddin (UNHAS) di Makassar
6.      Universitas Negeri Makassar (UNM) di Makassar
7.      Universitas Patimura di Ambon
8.      Universitas Cendrawasih di Jayapura
9.      Universitas Terbuka (UT) berpusat di Jakarta
(Agus Sutikno, 1998, Pedoman SPMB, 2004-2005)
B.     Cara Belajar Efisien
1.      Pengertian Cara Belajar Efisien
Sebagaimana kita ketahui cara belajar yang efisien adalah cara belajar yang menggunakan strategi yang baik untuk memperoleh prestasi belajar yang memadai, dalam arti bahwa dengan menggunakan waktu belajar yang minimal dapat menghasilkan prestasi belajar yang baik.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1999)
Belajar berasal dari kata ajar yang berarti berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, sedangkan efisien adalah tepat atau sesuai dalam mengerjakan sesuatu tanpa membuang waktu.
Jadi dapat disimpulkan bahwa cara belajar efisien adalah cara beajar dengan menggunakan teknik belajar yang tepat dengan menggunakan waktu yang seminimal mungkin, tetapi dapat menghasilkan prestasi belajar yang baik. Namun demikan dapat dikatakan bahwa cara belajar sangat tergantung dari pribadi setiap individu.
2.      Beberapa Pedoman Umum dalam Belajar
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000) ada beberapa pedoman dalam mempelajari sesuatu sebagai berikut :
1)      Belajar dengan teratur
2)      Disiplin dalam bersemangat
3)      Konsentrasi
4)      Pengaturan waktu
5)      Istrahat dan tidur
3.      Kiat Menghindari Kesulitan Belajar
1)            Tentukan tujuan belajar
2)            Kenali sistem ingatan
3)            Kenali rentang konsentrasi
4)            Kenali tipe belajar sendiri
5)            Kenali sifat buku bacaan
6)            Jauhi sifat malas
7)            Penuhi keinginan sesaat
8)            Catat keinginan mendatang
9)            Catat tugas yang belum selesai
10)        Belum siap jangan belajar
11)        Jaga kondisi tubuh
12)        Istirahat jika lelah
13)        Kosongkan pikiran
14)        Kuasai bahasa dalam buku yang dibaca
4.      Kiat Belajar Mandiri
1)      Memiliki tempat belajar dan kelengkapannya
2)      Mengatur waktu belajar
3)      Mengulangi bahan pelajaran
4)      Menghafal bahan pelajaran
5)      Membaca buku
a.      Ciri Pembaca yang Baik
·        tujuan membacanya jelas
·        kecepatan membacanya yang diterapkan bervariasi
·        kritis
·        bacaan yang dibaca bervariasi
·        tahu cara membaca yang benar
b.      Membaca Sesuai dengan Tujuan
Memahami dengan jelas dan menyeluruh isi buku:
·        Daftar isi, kata pengantar, dan abstraksi
·        Pendahuluan
·        Bab-bab isi
·        Kesimpulan
·        Daftar pustaka
c.       Beberapa Metode Membaca
·        Belajar dengan Metode Sure adalah:
-          Survey: membaca judul, pendahuluan, daftar isi, bab dan sub bab serta membaca secara keseluruhan isi buku
-          Underscore : usahalah menegaskan makna yang anda akan baca
-          Read : usahalah membaca dengan cara bertujuan
-          Empazise : pada saat anda menemukan ide-ide utama, tulislah catatan isyarat pendek dbawah pertanyaan untuk selanjutnya digunakan dan diingat.(Ambo Enre Abdullah, 1990).
·        Belajar dengan metode SPO (Survey, Preview, dan Overview)
·        Metode Question (pertanyaan)
·        Read (membaca)
·        Recite, State dan recall (mengucapkan kembali)
·        Review, repeat dan Test (mengulangi dan menguji)
                        (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
                  Dengan pemberiaan cara belajar yang efisien ini diharapkan siswa lebih memahami secara baik apa yang tersirat dalam keseluruhan proses belajar mengajar di sekolahnya.


BAB III
MATERI DAN METODE KEGIATAN

A.    Kerangka Pemecahan Masalah
Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan kepada konselor sekolah dapat memberikan informasi tentang bermacam-macam Perguruan Tinggi yang tersebar di seluruh NKRI, perserta jurusan yang siap dipilih oleh siswa jika kelak mereka ingin melanjutkan studinya ke pendidikan yang lebih tinggi.
Sekaitan dengan itu untuk memecahkan permasalahan kegiatan ini akan memberikan masukan sebagai berikut:
1.      Menjelaskan persyaratan umum masuk ke perguruan tinggi negeri maupun suasta
2.      Menjelaskan nama-nama perguruan tinggi negeri yang tersebar di NKRI
3.      Menjelaskan beberapa perguruan tinggi negeri yang terkenal di NKRI
4.      Menjelaskan jurusan-jurusan yang tersedia sesuai dengan fakultas-fakultasnya
5.      Pedoman umum dalam belajar yang efisien
6.      Kiat menghindari kesulitan dalam belajar
7.      Kiat dalam belajar mandiri
8.      kiat dalam belajar di sekolah
B.     Realisasi Pemecahan Masalah
Kegiatan pelatihan di lakukan dalam tiga tahap, mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan monitoring/evaluasi.
Tahap pertama, persiapan. Kegiatan pada tahap persiapan ini mencakup konsultasi dengan Kepala SMA Negeri 1Konda dan Guru Pembimbing atau konselor sekolah untuk memperoleh kesamaan persepsi tentang perlunya Infomasi Perguran Tinggi dan cara belajar efisien bagi siswa-siswa yang kelak ingin melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi dan kiat-kiat belajar yang diperlukan untuk dapat berhasil dalam menempuh SPMB.
Tahap kedua, pelaksanaan. Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan mencakup penyajian materi dalam bentuk ceramah, diskusi dan tanya jawab. Dalam pelaksanaannya, siswa banyak mempertanyakan Perguruan Tinggi mana yang terkenal di NKRI dan yang terkenal di Indonesia Timur yang paling layak dipilih, jika kelak mereka berhasil lulus di SMA ini, jurusan yang tepat dan kiat-kiat belajar yang perlu disiapkan.
Tahap ketiga, balikan. Pada tahap ini dilakukan balikan secara lisan dan tertulis  dari peserta. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran dari peserta tentang proses dan pelaksanaan layanan yang diberikan kegiatan ini, termasuk tindak lanjut kegiatan dan langkah-langkah perbaikan untuk pelaksanaan layanan selanjutnya, baik dalam bidang yang sama maupun untuk kegiatan layanan, seperti informasi tentang bahaya penggunaan narkoba bagi siswa.
C.    Khalayak Sasaran
Khalayak sasaran yang strategis yang dilibatkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Konda sebanyak 53 orang.

D.    Keterkaitan
Kegiatan ini tidak bisa terlepas dari progran kerja konselor di sekolah secara keseluruhan karena kegiatan konselor sekolah lebih menitikberatkan pada pemberian layanan kepada siswa, baik layanan orientasi, layanan informasi, layanan penempatan dan penyaluran, layanan bimbingan belajar, layanan bimbingan sosial, layanan bimbingan kepribadian, layanan bimbingan karier, layanan konseling perorangan, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling kelompok, serta layanan pendukung lain yang sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan kualitas belajar siswa.
E.     Metode Pelatihan
Metode layanan informasi Perguruan Tinggi dan cara belajar yang efisien yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah metode ceramah, dan tanya jawab, dan kemudian dilanjutkan dengan pengisian angket pemilihan jurusan dan fakultas yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan yang mereka miliki dan cara belajar yang mereka biasa lakukan selama ini.
F.     Rancangan Evaluasi
Layanan informasi Perguruan Tinggi dan cara belajar efisien diakhiri dengan diskusi dan evaluasi terhadap proses dan hasil pelaksanaan layanan, baik dalam bentuk lisan maupun secara tertulis. Rancangan evaluasi ini mencakup jurusan dan fakultas yang mereka minati jika kelak ingin melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi, serta strategi belajar yang mereka biasa lakukan selama ini. Berdasarkan penilaian dari angket tersebut dapat diketahui minat pilihan jurusan dan fakultas yang mereka cita-citakan, di samping itu dapat diketahui pula cara belajar yang mereka lakukan selama mengikuti pendidikan di SMA Negeri 1 Konda.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Kegiatan
Hasil kegiatan layanan informasi Perguruan Tinggi dan bimbingan belajar efisien yang dilakukan terhadap siswa tersebut dapat dikategorikan Cukup Sesuai, karena hasil pengamatan terhadap siswa SMA Negeri 1 Konda yang mengikuti kegiatan ini dinyatakan cukup antusias dan memuaskan. Hal ini didasarkan pada hasil pengamatan penulis, diskusi dengan konselor sekolah, dan balikan dari peserta. Secara deskriptif, hasil analisis data dapat dilihat dalam Tabel 1.
Tabel 1. Balikan Peserta Layanan Informasi PT dan Cara Belajar Efisien.
No.
PERTANYAAN
INDIKATOR JAWABAN
SS
S
CS
KS
SKS
1.
Kesesuaian materi dengan tujuan layanan
10
43
-
-
-
2.
Kesesuaian waktu yang digunakan dengan materi layanan
15
38
-
-
-
3.
Pemahamam peserta terhadap materi layanan
8
46
-
-
-
4.
Kesesuaian materi dengan minat dan harapan peserta
43
10
-
-
-
5.
Penilaian peserta terhadap manfaat layanan
4
49
-
-
-
6.
Penilaian peserta terhadap penyajian materi layanan
5
48
-
-
-
7.
Penilaian peserta terhadap media yang digunakan dalam layanan
2
51
-
-
-

KETERANGAN
SS              =  Sangat Sesuai                                  S          =  Sesuai
CS             =  Cukup Sesuai                                  KS       =  Kurang Sesuai
SKS           =  Sangat Kurang Sesuai
Jumlah Responden  =  53 orang siswa
Berdasarkan hasil analisis data sebagai mana tertera dalam Tabel 1 di atas, dapat dikemukakan sebagai berikut:
1.      Kesesuaian materi dengan tujuan pelatihan, di antara 53 siswa peserta layanan, 10 orang (18,8%) di antaranya menyatakan materi pelatihan sesuai dengan tujuan pelatihan, dan 43 orang (81,2%) menyatakan materi pelatihan sesuai dengan tujuan pelatihan.
2.      Kesesuaian waktu yang digunakan dengan materi pelatihan. Mengenai kesesuaian waktu atau lamanya pelatihan, sebanyak 15 orang (28,3%) peserta menyatakan sangat sesuai, sedangkan 38 orang siswa (71,7%) menyatakan sesuai.
3.      Pemahaman peserta terhadap materi layanan. Sebanyak 8 orang (15,1%) peserta menyatakan sangat sesuai dalam memahami materi layanan, 43 orang (84,9%) menyatakan sesuai dalam memahami materi layanan.
4.      Kesesuaian materi dengan minat dan harapan peserta layanan. Sebanyak 43 orang (81,1%) peserta menyatakan sangat sesuai dengan minat dan harapannya dan bersedia menjalankannya dengan sebaik-baiknya, sisanya sebanyak 10 orang (18,1%) menyatakan sesuai dengan minatnya.
5.      Penilaian peerta terhadap manfaat pelatihan. Sebanyak 4 orang (7,5%) peserta layanan menyatakan kegiatan pelatihan sangan sesuai dan bermanfaat dalam upaya meningkatkan kesesuaian antara minat, bakat dan kemampuan, dan dapat meningkatkan cara belajar ke arah yang lebih efektif dan efisien. Sedangkan sebanyak 49 orang (92,5%) menyatakan sesuai dan bermanfaat dalam menyesuaikan pemilihan jurusan dan dapat meningkatkan teknik belajar baik di sekolah maupun di rumah.
6.      Penilaian peserta terhadap cara penyajian materi pelatihan. Sebanyak 5 orang (9,4%) peserta layanan menyatakan cara penyajian materi layanan sangat sesuai dengan tujuan dan materi layanan dalam upaya menyesuaikan bakat, minat dan kemampuan siswa dengan jurusan dan PT yang dipilih serta dapat meningkatkan teknik belajar, sedangkan sebanyak 48 orang (90,6%) menyatakan sesuai.
7.      Penilaian peserta terhadap media yang digunakan. Sebanyak 2 orang (3,7%) peserta layanan menyatakan media yang digunakan sangat sesuai dengan kegiatan, sedangkan 51 orang (96,3%) peserta menyatakan bahwa media yang digunakan sesuai.
B.     Pembahasan
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan layanan tidak lepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak, secara moril maupun materil. Dukungan moril dan materil tersebut menjadi pendukung terlaksananya kegiatan pelatihan. Di samping faktor-faktor pendukung, tentu saja terdapat faktor penghambat.
1.      Faktor Pendukung Kegiatan Pelatihan ini Mencakup:
a.       Koordinasi dengan Kepala SMA Negeri 1 Konda beserta jajarannya, dalam persiapan maupun pelaksanaan kegiatan berjalan lancar. Pengurusan izin pelaksanaan kegiatan tidak ada hambatan karena adanya dukungan dan kerja sama dengan pihak Kepala Sekolah.
b.      Persetujuan Lembaga Pengabdian Masyarakat Unhalu menjadi faktor penunjang terlaksananya kegiatan ini, termasuk kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil pengabdian masyarakat ini.
c.       Motivasi dan peran serta siswa layanan sangat baik, sehingga ditujukan oleh pengamatan penulis dan balikan dari peserta.
d.      Layanan yang diberikan kepada siswa berjalan lancar, jumlah peserta cukup memadai,walaupun mereka pada harus merelakan beberapa mata pelajara tidak diikuti dalam rangka mendengarkan informasi yang berkaitan dengan informasi Perguruan Tinggi dan cara belajar yang efisien.
e.       Peserta sangat mengharapkan kiranya program kegiatan layanan seperti ini dapat diberikan pada awal tahun ajaran, agar siswa-siswa dapat menetapkan pilihan yang tepat sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan yang dimilikinya dan mulai sekarang sudah dapat belajar secara teratur.
f.       Kondisi tempat atau lokasi pelayanan sangat mendukung pelaksanaan pelayanan ini. Ruangan kelas yang digunakan cukup memadai.
2.      Faktor-Faktor Penghambat
Faktor penghambat kegiatan ini tidak cukup berarti. Namun, dalam upaya meningkatkan kualitas kegiatan pengabdian masyarakat faktor-faktor pnghambat berikut ini menjadi catatan bagi penulis:
biaya layanan informasi sangat terbatas, sehingga dana pengabdian masyarakat yang bersumber dari dana rutin ini masih perlu ditingkatkan untuk mendapatkan pengabdian masyarakat yang lebih bermutu.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan layanan yang telah dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan beberapa hal, di antaranya:
1.      kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk layanan informasi ini masih sangat diperlukan di SMA dalam rangka memperluas wawasan siswa jika ingin memilih Peguruan Tinggi yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan mereka.
2.      pemberian informasi tentang cara belajar yang efisien cukup mendorong siswa untuk lebih yakin dalam memperoleh keberhasilan di masa yang akan datang, karena tanpa perencanaan belajar yang teratur dan terjadwal dengan baik kemungkinan tersebut akan sulit tercapai.
3.      keberhasilan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk layanan informasi ini, tidak terlepas dari dukungan kepala sekolah berserta jajarannya dan partisipasi aktif siswa yang cukup memadai, karena sesuai dengan harapannya.
B.     Saran
Untuk lebih mendayagunakan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk layanan informasi Perguruan Tinggi dan cara belajar yang efisien di sekolah-sekolah, baik SMA maupun SMP diperlukan perencanaan yang baik, karena harus memperhitungkan kegiatan dan proses belajar di sekolah, sehingga dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut:
1.      mengingat masih banyak kelas lain yang belum sempat mendapatkan layanan informasi, maka diharapkan kepada konselor sekolah untuk dapat menyampaikan informasi ini secara menyeluruh.
2.      supaya kegiatan semacam ini tidak mengganggu proses belajar mengajar, maka sebaiknya dapat disiapkan waktu-waktu tertentu yang lebih santai dan mengurangi beban siswa yang berkaitan dengan mata pelajaran di kelas.
3.      diharapkan ada kerja sama yang melembaga antara Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Unhalu dengan Diknas Provinsi maupun Diknas Kabupaten, untuk memperlancar kegiatan semacam ini.

1 komentar:

  1. follow balik yah fajri....

    http://andinialwayssmileforever.blogspot.com/

    BalasHapus